SEKOLAHPEMIMPIN – Hanoi, Vietnam berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang mengesankan sebesar 8,02% pada tahun 2025, menurut data resmi dari Kantor Statistik Umum Vietnam (22/01/26).
Angka ini menandai pertumbuhan tertinggi kedua dalam periode 2011-2025, hanya kalah dari tahun 2022, dan melampaui ekspektasi di tengah ketidakpastian global. Pencapaian ini didorong oleh pemulihan pascapandemi, investasi asing yang kuat, dan ekspor yang tangguh meskipun adanya tarif baru dari Amerika Serikat.
Sektor industri dan konstruksi menjadi penyumbang utama dengan pertumbuhan 8,95%, diikuti oleh jasa sebesar 8,62%, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan yang naik 3,78%. Pada kuartal keempat 2025, pertumbuhan GDP bahkan mencapai 8,46%, dengan ekspor barang dan jasa melonjak 19,34% dan impor naik 19,40%. Konsumsi akhir dan pembentukan modal juga berkontribusi positif, masing-masing tumbuh 7,15% dan 8,92%, menunjukkan ketahanan ekonomi domestik.
Secara keseluruhan, GDP Vietnam pada 2025 diperkirakan mencapai US$514 miliar, naik dari tahun sebelumnya, dengan GDP per kapita mencapai sekitar US$5.026. Hal ini mengangkat Vietnam ke status negara berpenghasilan menengah atas, menarik lebih banyak investasi asing langsung (FDI) terutama di sektor manufaktur. Namun, tantangan seperti ketergantungan pada ekspor dan volatilitas perdagangan global tetap menjadi perhatian.
Untuk tahun 2026, pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan di atas 10%, meskipun proyeksi dari lembaga seperti IMF dan ADB lebih konservatif, yakni sekitar 5,6% hingga 6,0%. Para ahli menekankan perlunya stimulus konsumsi domestik dan diversifikasi ekspor untuk mencapai target ambisius ini, di tengah perlambatan ekonomi mitra dagang utama seperti China dan AS.
Pencapaian ini memperkuat posisi Vietnam sebagai salah satu Harimau Asia baru, dengan potensi pertumbuhan jangka panjang sekitar 6-7% per tahun hingga 2029.
Pemerintah Vietnam terus mendorong reformasi kebijakan untuk menjaga momentum, termasuk peningkatan infrastruktur dan inovasi tenaga kerja, demi mewujudkan visi menjadi ekonomi terbesar ke-10 dunia pada 2050.

