screenshot 2025 12 21 10 13 11 76 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7

Portofolio Proyek GTI di Indonesia

sekolahpemimpin.org – (21/12/25) Indonesia merupakan salah satu pasar strategis utama bagi GTI Group of Companies dalam pengembangan dan komersialisasi teknologi transportasi string (uST) untuk periode 2025–2035.

Portofolio proyek GTI di Indonesia mencakup transportasi penumpang, pariwisata, dan logistik, dengan fokus pada solusi berkelanjutan, efisiensi biaya, dan integrasi dengan infrastruktur eksisting.

Sebagian proyek telah mencapai tahap studi kelayakan, sementara lainnya berada pada fase proposal komersial, negosiasi aktif, dan pencarian investor, menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan pipeline proyek matang.

𝗞eunggulan 𝗧eknologi 𝘂𝗦𝗧 𝗨ntuk 𝗜ndonesia

Teknologi uST menawarkan pengurangan biaya investasi (CAPEX) sebesar 30–50% dibandingkan moda transportasi rel konvensional seperti LRT, monorel, atau metro.

Keunggulan utama uST meliputi jejak lahan minimal, konstruksi cepat, emisi nol, serta kemampuan beroperasi di wilayah perkotaan padat dan kawasan wisata sensitif lingkungan.

Karakteristik ini menjadikan uST sangat relevan bagi Indonesia yang menghadapi tantangan urbanisasi cepat, kemacetan, dan keterbatasan anggaran infrastruktur.

𝗣ortofolio 𝗣royek 𝗨tama di Indonesia

𝟭. 𝗝𝗮𝘄𝗮 – 𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝗼𝘁𝗮𝗮𝗻 & 𝗥𝗲𝗴𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

🔷 𝗕𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴

Proyek Bandung (Leuwi Panjang – Tegalluar) memiliki panjang lintasan sekitar 15–15,3 km dengan nilai estimasi investasi ± USD 122 juta. Proyek ini telah melalui studi kelayakan dan berada dalam tahap negosiasi aktif untuk implementasi.

🔷 𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮

Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, GTI mengusulkan beberapa koridor strategis yang terintegrasi dengan sistem LRT dan jaringan transportasi eksisting.

➡️Proyek unggulan adalah rute Bandara Soekarno-Hatta – Jakarta International Stadium, dengan panjang sekitar 26,3 km dan estimasi investasi ± USD 210,4 juta.

➡️Koridor LRT Harjamukti – Tol Kota Wisata – Mekarsari (±11 km, USD 91,2 juta) telah memasuki tahap studi kelayakan dan proposal komersial.

𝟮. 𝗕𝗮𝗹𝗶 – 𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻

Pulau Bali diposisikan sebagai etalase internasional penerapan uST untuk transportasi ramah lingkungan di kawasan wisata kelas dunia.

➡️Proyek Mall Bali Galeria – Jl. Dermaga II (±3,7 km, USD 29,6 juta) saat ini berada pada fase negosiasi aktif.

➡️Rute KPPP Laut Benoa – Jl. Danau Buyan (±9,9 km, USD 79,2 juta) serta Pelabuhan Benoa – Area Parkir Kuta (±5,5 km, USD 44 juta) telah memiliki proposal komersial lengkap.

𝟯. 𝗞𝗮𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻 – 𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗥𝗲𝗴𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗦𝗸𝗮𝗹𝗮 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿

➡️Di Banjarmasin, GTI mengusulkan proyek SB Batola – SB Tala sepanjang ±115 km dengan nilai investasi ± USD 920 juta, sebagai solusi transportasi regional jarak menengah–panjang.

➡️Proyek tambahan SB KCG – SP TL Selong (±23 km, USD 184 juta) memperkuat konektivitas kawasan dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

𝟰. 𝗦𝘂𝗺𝗮𝘁𝗿𝗮 & 𝗞𝗲𝗽𝘂𝗹𝗮𝘂𝗮𝗻 – 𝗞𝗼𝗻𝗲𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗟𝗼𝗴𝗶𝘀𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮

Di 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺, dua proyek utama diusulkan:
➡️Batu Ampar – Bandara Hang Nadim (±16,8 km, USD 134,4 juta)
➡️Sekupang – BP Batam (±14,3 km, USD 114,4 juta)

Kedua proyek tersebut telah memiliki proposal komersial lengkap dan berada pada tahap review dan penjajakan investasi.

𝟱. 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 & 𝗞𝗵𝘂𝘀𝘂𝘀

➡️Proyek Borobudur – Setumbu (±2,63 km, USD 21,04 juta) dirancang sebagai transportasi wisata berkelanjutan dengan dampak lingkungan minimal.

➡️Di kawasan Prambanan, beberapa segmen rute dengan total panjang hingga ±7,66 km dan nilai USD 61,28 juta telah disiapkan dan sebagian memasuki negosiasi dengan pemerintah daerah.

𝟲. 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗟𝗼𝗴𝗶𝘀𝘁𝗶𝗸 𝗜𝗻𝗱𝘂𝘀𝘁𝗿𝗶

➡️Di Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan, proyek angkutan barang Semen Tonasa (±1,1 km, USD 8,8 juta) menunjukkan fleksibilitas uST untuk aplikasi logistik industri.

𝗠odel 𝗜nvestasi & 𝗣eluang 𝗣artisipasi

GTI membuka peluang investasi melalui skema public–private partnership (PPP), investasi langsung proyek (SPV), maupun pembiayaan institusional.

Setiap proyek dirancang dengan model pendapatan jangka panjang berbasis fare box, kontrak layanan, atau availability payment, tergantung karakteristik wilayah.

Portofolio proyek GTI di Indonesia menawarkan kombinasi optimal antara skala, diversifikasi, dan kesiapan proyek, dengan risiko yang dapat dikelola.

Dengan dukungan teknologi uST yang matang, biaya kompetitif, serta keselarasan dengan agenda ESG dan pembangunan berkelanjutan, Indonesia menjadi pasar kunci bagi ekspansi GTI di Asia Tenggara.

GTI memposisikan proyek-proyek di Indonesia sebagai benchmark nasional dan regional, sekaligus peluang investasi jangka panjang dengan potensi pertumbuhan yang signifikan.

Berdasarkan Project Portfolio Indonesia adalah salah satu negara dengan pipeline 𝗽𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝘂𝗦𝗧 𝗧𝗘𝗥𝗕𝗔𝗡𝗬𝗔𝗞 di dunia, mencakup perkotaan, bandara, kawasan wisata, kawasan industri, dan logistik.

𝗚𝗮𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗨𝗺𝘂𝗺
➡️Jumlah proyek: ± 24 proyek
➡️Jenis: Passenger transport & Cargo
➡️Total panjang rute: ± 350+ km
➡️Total estimasi investasi: ± USD 2,800+ juta
➡️Status: dari commercial offer → active negotiation → FS signed & completed.

Sumber: Komunitas uSky Nusantara

Bagikan ke teman kamu !

Shares

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares
0

Subtotal