SEKOLAHPEMIMPIN – Makale, PKP Gereja KIBAID Klasis Makale menyelenggarakan ibadah Paskah pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Gereja KIBAID Jemaat Panglion. Perayaan ini mengusung tema “Kebangkitan Kristus Membaharui Kemanusiaan Kita”, yang diambil dari 2 Korintus 5:15-20.
Pdt. Dr. Wilayanto, M.Th., Rektor Sekolah Tinggi Teologi (STT) KIBAID Makale, bertindak sebagai pengkhotbah. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa perubahan yang dihasilkan oleh kebangkitan Kristus bukanlah sekadar perubahan perilaku lahiriah, melainkan pembaruan menyeluruh yang mencakup pikiran, perasaan, dan perilaku sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Menurut Pdt. Wilayanto, ketiga unsur kepribadian tersebut membentuk totalitas kesaksian hidup orang Kristen. Ciri kekristenan yang autentik terwujud dalam integritas antara dimensi kognitif, afektif, dan perilaku. Ia menjelaskan bahwa Kerajaan Allah bekerja dengan mengubah manusia dari dalam ke luar, sehingga menghasilkan pembaruan dalam tiga aspek utama:
- Pembaharuan identitas manusia (2 Korintus 5:15a dan 17), yaitu pemahaman yang baru tentang siapa diri kita di hadapan Allah.
- Pembaharuan relasi, yang mencakup hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan lingkungan hidup. Berdamai dengan Allah menjadi dasar bagi perbaikan kualitas hubungan emosional dan sosial, serta memperdalam kehidupan rohani.
- Pembaharuan tujuan hidup, yaitu mengarahkan kehidupan untuk melayani Allah sebagai prioritas utama.
Pdt. Wilayanto juga menyampaikan penghargaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal Toraja Masero. Ia menegaskan bahwa relasi yang baik dengan Allah seyogianya diwujudkan dalam relasi yang harmonis dengan sesama dan lingkungan alam. Oleh karena itu, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan merupakan bagian integral dari kesaksian kekristenan yang perlu terus dikembangkan sebagai kebiasaan hidup umat beriman.
Memetik khotbah Rektor STT KIBAID, Ketua PKP Klasis Makale Pnt. Philipus Bittikaka mengatakan perayaan paskah tahun ini sebagai momentum refleksi bagi jemaat untuk menginternalisasi nilai-nilai pembaruan kemanusiaan, yaitu integritas pribadi, pemulihan relasi, dan tanggung jawab ekologis sebagai wujud iman yang holistik.

