screenshot 2026 05 29 15 04 57 87 99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817

Mengenal Heroisme Zhang Guimei: Sosok Guru Pendiri Sekolah Gratis Pertama untuk Perempuan di Tiongkok

SEKOLAHPEMIMPIN – Inspirasi, Di tengah pegunungan terpencil di Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, seorang guru bernama Zhang Guimei telah menjadi cahaya harapan bagi ribuan gadis miskin. Meski tubuhnya didera puluhan penyakit kronis, semangatnya untuk mendirikan sekolah gratis bagi perempuan tak pernah padam.

Zhang Guimei, lahir pada 15 Juni 1957 di Mudanjiang, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok timur laut, pindah ke Yunnan pada usia 17 tahun. Ia telah mengabdikan hampir 50 tahun hidupnya untuk dunia pendidikan, khususnya bagi gadis-gadis dari keluarga miskin di daerah pegunungan.

Perjuangan mendirikan Sekolah Gratis untuk remaja perempuan tidak mudah! Pada tahun 2002, Zhang tergerak melihat banyak gadis di daerah pegunungan putus sekolah setelah menyelesaikan pendidikan wajib sembilan tahun. Mereka sering menikah dini dan terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Ia pun bertekad mendirikan sekolah menengah atas gratis khusus perempuan.

Banyak yang menganggap idenya gila. Demi impiannya, dia rela turun ke kota untuk meminta donasi di jalan dengan memanfaatkan sertifikat gurunya. Hasilnya dia dihina, dicibir, diludahi, bahkan dianggap pengemis penipu yang tidak waras.

Perjuangan 5 tahun ıtu berbuah manis, dengan dukungan pemerintah daerah dan donasi masyarakat yang berbalik percaya kepadanya, mimpi itu pun terwujud.

Pada Agustus 2008, Huaping High School for Girls (Sekolah Menengah Atas Perempuan Huaping) diresmikan di Kabupaten Huaping, Kota Lijiang. Ini adalah sekolah menengah atas gratis pertama dan satu-satunya di Tiongkok yang khusus untuk gadis-gadis miskin.

Sekolah ini tidak hanya gratis biaya pendidikan, akomodasi, dan makan, tetapi juga fokus membekali siswi dengan pengetahuan agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Hingga kini, ribuan gadis telah lulus dan melanjutkan studi ke universitas, mengubah nasib keluarga dan generasi mereka. Zhang sendiri menyebut, “Mendidik seorang gadis berarti mengubah nasib tiga generasi.”

Zhang didera 17–23 penyakit kronis, tetapi dia tetap bekerja keras. Kesehatan Zhang Guimei memang menjadi sorotan. Ia menderita lebih dari 20 penyakit kronis, termasuk tumor tulang (osteoma), emfisema, rheumatoid arthritis, fibrosis paru, aneurisma, dan masalah perut berat. Beberapa sumber menyebutkan sekitar 23 penyakit. Dia sama sekali tidak memanfaatkan sumbangan para donatur untuk membiayai penyakitnya.

Meski demikian, rutinitasnya tetap padat. Ia bangun pukul 05.00 pagi untuk menyalakan lampu gedung sekolah dan membangunkan siswi dengan pengeras suara. Ia mendampingi siswi belajar hingga larut malam, sering baru tidur setelah pukul 00.30. Bahkan saat sakit parah, ia tetap mendampingi siswi menghadapi ujian nasional.

Penghargaan dan warisan berharga Zhang Guimei telah diakui pemerintah Tiongkok. Ia menerima penghargaan tinggi “Role Model of the Times” dan July 1 Medal. Ia juga menjadi anggota Partai Komunis Tiongkok dan delegasi Kongres Nasional. Kisahnya bahkan diabadikan dalam sejarah pendidikan Tiongkok.

Bagi ribuan siswi yang ia dampingi, Zhang bukan hanya kepala sekolah, melainkan “ibu” yang penuh kasih. Ia telah mengubah nasib banyak gadis dari pegunungan Yunnan, membuktikan bahwa pendidikan adalah kunci keluar dari kemiskinan.

Zhang Guimei adalah teladan nyata bahwa tekad dan pengabdian seorang guru dapat menerangi masa depan generasi mendatang, meski tubuhnya rapuh. Semangatnya terus menginspirasi dunia.

Bagikan ke teman kamu !

Shares

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shares