![]()
SEKOLAHPEMIMPIN – Bittuang, Semangat toleransi dan kebersamaan terlihat dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh OSIS UPT SMPN Satap 2 Bittuang pada Jumat 4 September 2026.

Meskipun jumlah siswa Muslim di sekolah tersebut hanya 8 orang, kegiatan keagamaan ini tetap dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman sekaligus pembelajaran karakter bagi seluruh warga sekolah.
Pembina Kesiswaan UPT SMPN Satap 2 Bittuang, Sumartoyo, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa pelaksanaan Maulid Nabi bukan semata-mata kegiatan keagamaan bagi siswa Muslim, tetapi juga menjadi ruang bagi seluruh siswa untuk belajar tentang toleransi, saling menghargai, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Walaupun siswa Muslim di sekolah kami hanya delapan orang, OSIS tetap melaksanakan kegiatan Maulid Nabi. Ini adalah bentuk toleransi yang tinggi dan menjadi bagian penting dari pendidikan karakter. Anak-anak belajar bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi kesempatan untuk saling menghargai dan memahami,” ujar Sumartoyo.
Dalam ceramahnya, Ustaz Muhammad Hakim, S.Pd.i, M.Sos. Penyuluh KUA Makale mengajak para siswa untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, terutama dalam membangun sikap jujur, disiplin, rendah hati, dan menghormati sesama.
Ia juga menekankan pentingnya keseriusan anak-anak dalam belajar sebagai bekal untuk mencapai tujuan hidup.
Menurutnya, cita-cita dan keberhasilan harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, namun tetap berpegang teguh kepada Allah SWT agar ilmu dan keberhasilan yang diraih memiliki makna.
Hakim juga mengangkat tradisi telur yang kerap hadir dalam perayaan Maulid Nabi. Ia merefleksikan telur sebagai simbol awal kehidupan, yang mengingatkan manusia bahwa setiap kehidupan memiliki proses untuk tumbuh dan berkembang.
Filosofi tersebut dapat menjadi pesan bagi siswa bahwa mereka juga sedang berada pada tahap awal perjalanan kehidupan sehingga harus terus belajar, menjaga akhlak, dan mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Sementara itu, Kepala UPT SMPN Satap 2 Bittuang, Norita Kombong Bawan, S.Pd., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang digagas OSIS tersebut.
Menurutnya, toleransi merupakan bagian dari proses pembelajaran dan proses memaknai kehidupan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga tempat siswa belajar menghargai perbedaan, membangun kebersamaan, serta mengembangkan karakter positif.
Sumartoyo menambahkan, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di UPT SMPN Satap 2 Bittuang merupakan program OSIS yang terintegrasi dengan KOSP sekolah dan sudah memiliki SOPnya sendiri.
Kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang menanamkan nilai religius, toleransi, gotong royong, dan karakter kepada peserta didik, tutupnya.

