![]()
SEKOLAHPEMIMPIN – Makale, Puncak perayaan HUT ke-30 Persekutuan Kaum Pria (PKP) Kolaborasi empat klasis Gereja KIBAID berlangsung khidmat dalam Ibadah syukur yang digelar di Aula Serbaguna STT KIBAID di Makale.
Dalam momen bersejarah ini, Pdt. Aris Randan, M.Div, menyampaikan pesan rohani yang mendalam dan mengajak seluruh anggota PKP untuk menjadikan usia tiga dekade sebagai titik balik dalam menatap masa depan pelayanan yang lebih bermakna.
Dalam khotbahnya, Pdt. Aris menekankan bahwa usia 30 tahun bukan sekadar angka, melainkan masa perenungan untuk melahirkan ide-ide baru dalam membangun persekutuan di jemaat lokal masing-masing. Ia mengingatkan bahwa PKP memiliki peran strategis dan sentral, baik sebagai kepala keluarga maupun sebagai tiang penyangga dalam pelayanan gereja. Kualitas hidup baru dalam Kristus inilah yang akan menentukan sejauh mana PKP mampu mempersiapkan regenerasi pemimpin masa depan.
Pdt. Aris memaparkan tiga kriteria utama bagi setiap pria untuk melangkah dalam hidup baru. Pertama, ia menegaskan pentingnya tekad yang kuat untuk benar-benar menanggalkan “manusia lama” atau kebiasaan buruk di masa lalu. Hidup baru menuntut sebuah keputusan radikal untuk meninggalkan cara hidup yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan berani melangkah maju dengan semangat yang bersih.
Poin kedua yang menjadi sorotan adalah pentingnya pembaharuan pola pikir. Menurut Pdt. Aris, perubahan hidup dimulai dari bagaimana seseorang berpikir dan memandang dunia melalui kacamata iman. Dengan pola pikir yang telah diperbaharui oleh firman Tuhan, setiap anggota PKP diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana dan tetap setia pada nilai-nilai kebenaran.
Sebagai kriteria terakhir, Pdt. Aris mengajak jemaat untuk “mengenakan manusia baru” dan bertindak dalam kekudusan yang sesungguhnya. Hal ini berarti iman tidak hanya berhenti pada ucapan, tetapi harus mewujud dalam tindakan nyata sehari-hari yang mencerminkan karakter Kristus. Kekudusan hidup menjadi identitas utama bagi pria PKP dalam menjalankan peran mereka di tengah keluarga dan masyarakat.
Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Bupati Tana Toraja dr. Zadrak Tombeg dan perwakilan dari Biro PKP Dr. Simon Runtung, M.Div, ketua-ketua Klasis dan PKP Klasis.
Panitia juga mengumumkan pemenang pertandingan takrow yang diraih Klasis Makale. Juara 1 untuk domino diraih oleh Klasis Mengkendek Utara. Sedangkan untuk lomba Berpacu dalam Nyanyian Kemenangan Iman dimenangkan oleh Klasis Mengkendek Utara dan cerdas cermat Alkitab direbut oleh Klasis Makale.

